Pemerintah Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Belmawa Kemendikti Tahun 2026. Program ini mengusung fokus pemberdayaan pertanian komoditas cabai melalui pendekatan smart farming dan digitalisasi pemasaran guna mewujudkan Desa Dimoro yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Program tersebut diajukan oleh kelompok pengusul Tajuri (Tani Maju Berdikari) dengan judul Transformasi Pertanian Cabai Berbasis Smart Farming dan Digitalisasi Pemasaran Menuju Dimoro Mandiri dan Produktif. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat petani setempat.
Pembahasan Usulan Proposal Pemberdayaan Pertanian Cabai
Usulan program ini membahas pengembangan sektor pertanian cabai sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Dimoro. Melalui inovasi teknologi dan penguatan sumber daya manusia, diharapkan produktivitas dan nilai jual cabai dapat meningkat secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Bentuk Pemberdayaan yang Dilaksanakan
A. Bidang Budidaya Pertanian
Pada aspek budidaya, program PPK Ormawa menghadirkan inovasi pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien, antara lain:
-
Pembuatan alat penyiraman tetes otomatis berbasis sensor kelembaban tanah untuk mengoptimalkan kebutuhan air tanaman cabai.
-
Penggunaan alat perangkap hama (ulat buah dan trips) berbasis teknologi ultrasonik guna mengurangi serangan hama tanpa ketergantungan pestisida kimia.
-
Penerapan teknik penanaman menggunakan plastik mulsa serta pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen.
B. Bidang Perekonomian
Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian cabai, program ini juga mencakup:
-
Pendampingan pemasaran online agar hasil panen cabai memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
-
Pelatihan pengolahan produk turunan cabai, seperti sambal kemasan dan olahan lainnya, guna menciptakan nilai tambah produk lokal.
-
Pelatihan strategi digital marketing untuk mendukung pemasaran hasil pertanian secara berkelanjutan.
C. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Penguatan SDM menjadi aspek penting dalam keberhasilan program, di antaranya melalui:
-
Pelatihan penggunaan alat pertanian modern bagi petani Desa Dimoro.
-
Sosialisasi dan edukasi terkait pemasaran produk pertanian, baik secara konvensional maupun digital.
Pernyataan Kesediaan Kerja Sama
Sebagai bentuk komitmen bersama, telah ditandatangani Surat Pernyataan Kesediaan Kerja Sama antara kelompok pengusul dan Pemerintah Desa Dimoro. Kelompok pengusul diketuai oleh Anninda Arum Bhakti, mahasiswa dari Universitas Dian Nuswantoro, dengan pendampingan dosen pembimbing Rindra Yusianto.
Pemerintah Desa Dimoro, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Totok Suprapto, yang akrab disapa warga masyarakat dengan Mas Lurah Totok Suprapto, menyatakan siap bekerja sama secara aktif apabila subproposal PPK Ormawa ini diterima dan didanai. Kerja sama ini bertujuan mempererat kemitraan serta mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan PPK Ormawa Tahun 2026.
Harapan ke Depan
Melalui pelaksanaan Program PPK Ormawa ini, Pemerintah Desa Dimoro berharap tercipta inovasi pertanian yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan ekonomi desa. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pertanian modern dan memperkuat kemandirian Desa Dimoro di masa mendatang.















